hello@omniindonesia.com

Agar Pintu Pagar Selalu Lancar Dibuka (2)

Agar Pintu Pagar Selalu Lancar Dibuka (2)

by Risky Wijaya |1 September 2018 | Blogs
Lebar dan Arah Bukaan
Membuat pintu pagar dari besi boleh-boleh saja, dari kayu pun jadi. Masing-masing bahan memiliki nilai estetika yang bagus, asal serasi dengan gaya rumah. Sekarang, masalahnya berapa lebar daun pintu yang sebaiknya digunakan?

Lebar daun pintu pagar tidak lepas dari bentuk bukaan dan ruang yang tersedia untuk pergerakan pintu pada saat membuka dan menutup.
Jangan sampai lebar pagar 2 meter tetapi pada saat membuka sebagian daun pintu berada di atas jalan umum atau pintu tidak dapat ditutup dan dibuka karena mengenai mobil yang parkir di carport.
Bentuk bukaan juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam menentukan bentuk daun pintu. Jika pintu pagar tidak memungkinkan untuk dibuka selebar daun pintu, maka daun pintu dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Beberapa daun pintu tersebut kemudian dihubungkan dengan engsel-engsel dan menjadi pintu lipat. Lebar ideal daun pintu lipat sekitar 60 – 80 cm.
 
Mengenai arah bukaan, pilihlah arah yang aman. Dalam artian, jika membuka ke arah luar, tidak mengganggu lalu lintas dan jika membuka ke dalam, tidak menabrak kendaraan yang terparkir di carport.
Biasanya, pintu pagar membuka ke arah luar halaman untuk panjang carport kurang atau sama dengan 5 meter. Ini karena saat mobil sudah berada di dalam carport, pintu tidak dapat ditutup sempurna karena daun pintu terhalang oleh mobil.
Bila ukuran panjang carport lebih dari 5 m, biasanya sudah mengakomodir panjang mobil ditambah lebar daun pintu. Artinya, daun pintu dapat menutup saat mobil parkir di carport.
Pengaku dan Penggantung
Pintu pagar dengan lebar berapa saja dapat digunakan, asal disesuaikan dengan materialnya. Pintu pagar selebar 2 m dan tinggi 1,8 m dapat dibuat dari bingkai bermaterial pipa besi tanpa perlu batang diagonal sebagai pengaku.
Tetapi, bila lebar pintu lebih dari 1 m dengan bingkai pintu dari besi siku, maka daun pintu tersebut harus menggunakan batang diagonal yang berfungsi sebagai pengaku. Hubungan antar batang besi ini menggunakan hubungan las.
Bagaimana dengan pintu pagar dari meterial kayu? Bidang daun pintu pagar dari kayu harus diperkuat dengan batang diagonal untuk mencegah daun pintu “turun”. Bagaimana cara meletakkan batang diagonal tersebut? Batang diagonal ini mengarah pada titik di mana terletak engsel pintu bagian bawah.
Bila sudah terlanjur terpasang, pintu kayu dapat diperkuat dengan memasang batang diagonal di bagian belakang daun pintu dan besi siku pada keempat sudutnya. Hal ini juga dapat diterapkan pada pintu bermaterial besi.
Pada daun pintu yang menggunakan penggantung, maka penggantung akan menarik daun pintu menuju ke tiang ambang tegak. Biasanya pintu jenis ini digunakan untuk pintu kisi atau pintu papan yang mempunyai lebar lebih dari 2 meter pada halaman yang cukup luas. Contohnya pagar model country gate.
Pintu Dorong
Pintu model ini cocok digunakan untuk halaman yang luasnya terbatas. Perlu diingat, pintu dorong perlu pengamanan ekstra sebagai syarat dari pintu pagar. Selain harus dapat bergerak dengan lancar, pintu ini harus dibuat agar daunnya tidak mudah dilepas. Ini karena model dorong berbeda dengan model bukaan 90o, di mana engsel yang berfungsi sebagai pemegang, berfungsi juga sebagai alat untuk memudahkan daun pintu bergerak. Dengan demikian, pintu jenis ini tidak mudah dilepas.
Pintu dorong, selama berdiri di atas roda dan berjalan di atas rel, sudah dapat dibuka dan ditutup. Tetapi pintu ini belum ada pengamannya. Pada saat ditutup, pintu ini dapat diangkat dengan mudah, tentu dengan terlebih dahulu membuka penguncinya. Karena itu, daun pintu perlu diamankan dengan membuat plat penahan yang terletak di bagian atas tiang rel pintu.
Pintu dorong biasanya menggunakan roda di bagian atas dan rel untuk rol penjurus di bagian bawahnya. Jenis pintu ini harus memiliki perangkat penggantung di bagian atas, sehingga perlu dinding pada bagian atas pintu pagar tersebut. (Rita Laksmitasari Rahayu ST. MT. – dosen luar biasa jurusan Arsitektur Universitas Trisakti/http://www.tabloidrumah.com)
Tags: ,
Share this post:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *